Are You An Emotional Eater?

Bertha sudah mencoba berbagai cara untuk menurunkan berat badannya, tetapi tetap saja berat badan Bertha tidak turun, malahan cenderung naik. Bertha sudah berdiet, mengurangi porsi di setiap makannya. Selain itu, Bertha juga sudah mengikuti olahraga rutin. Akan tetapi, saat Bertha bertengkar dengan pacarnya, atau saat pekerjaan menumpuk di kantor, Bertha mengemil untuk menghilangkan rasa sedih dan stresnya. Tanpa sadar, biasanya Bertha dapat menghabiskan 2 potong es krim, sekotak coklat, dan sebungkus snack sambil menonton film, padahal ia baru saja makan malam. Apa yang salah dengan Bertha?

Emotional Eating

Fenomena yang terjadi pada Bertha diistilahkan sebagai emotional eating. Emotional eating merupakan respon terhadap emosi yang dilampiaskan dengan cara makan meskipun kondisinya sedang tidak lapar. Dan secara tidak sadar, fenomena ini dapat memicu seseorang mengalami berbagai kelainan makan seperti binge eating atau bulimia nervosa. Binge eating sendiri merupakan keadaan dimana seseorang makan dalam porsi yang berlebihan dan dapat dikatakan tidak normal sementara bulimia nervosa merupakan kelainan yang membuat seseorang makan sangat banyak kemudian dimuntahkan kembali. Dan bagi mereka yang menderita obesitas pada umumnya termasuk kelompok emotional eaters.

Beberapa teori menjelaskan mengenai fenomena ini. Teori psikosomatik menjelaskan bahwa orang yang melakukan emotional eating karena tidak sensitif terhadap rasa lapar atau kenyang yang berasal dari dalam tubuh. Sementara teori eksternalitas menyatakan bahwa orang merespon secara berlebihan terhadap adanya rangsangan yang berhubungan dengan makanan dari sekitarnya tetapi tidak sensitif terhadap sinyal lapar dan kenyang dari dalam tubuhnya. Teori lainnya, restraint theory, menyatakan bahwa rangsangan makanan dari luar dan emosi negatif dapat mengganggu usaha untuk membatasi asupan makanan dan mengontrol berat badan.

“Anda termasuk Emotional Eater??? Tanpa sadar, Anda sudah mengkonsumsi makanan secara berlebihan. Anda harus mengubah kebiasaan ini dari sekarang. Ingat! menjadi seorang emotional eaters dapat berakibat buruk terhadap kesehatan tubuh Anda di kemudian hari.”

Here’s What You Have To Do!

Anda yang sudah berpotensi dan bahkan sudah menjadi seorang Emotional Eaters, cobalah tips berikut

  1. Kelola stress Anda dengan cara lain. Jika stress menyebabkan Anda melakukan emotional eating, cobalah melakukan teknik manajemen stress seperti yoga, meditasi, atau relaksasi.
  2. Tanyakan kepada diri Anda setiap kali Anda ingin makan “seberapa laparkah saya?” Apakah rasa lapar tersebut merupakan rasa lapar secara fisik atau sebenarnya hanya sebatas emosi saja? Abaikanlah keinginan untuk makan Anda bila sebenarnya Anda tidak lapar. Alihkan pikiran Anda dengan hal lain misalnya membaca buku atau dengan kegiatan lain yang dapat mengalihkan pikiran Anda terhadap makanan.
  3. Catat apa yang Anda makan! Kini Anda perlu memiliki buku harian baru, bukan untuk menulis kegiatan Anda pada hari ini, atau menulis perasaan terhadap pasangan Anda. Ya, anda perlu membuat suatu diary tentang apa yang Anda makan. Dengan mencatatnya, Anda akan lebih tersadar terhadap apa yang sudah Anda makan.
  4. Catat pula berapa banyak yang Anda makan, kapan Anda makan, apa yang Anda rasakan ketika makan, dan seberapa lapar Anda. Lama-kelamaan, Anda akan dapat melihat pola hubungan yang muncul dari mood dan makanan Anda.
  5. Mintalah dukungan dari teman dan keluarga untuk menghilangkan kebiasaan ini.
  6. Window shopping, bermain dengan hewan peliharaan Anda, mendengarkan musik, membaca, browsing internet atau bercengkrama dengan teman Anda jauh lebih baik dibandingkan Anda mengatasi rasa bosan dengan cara makan.
  7. Istirahat yang cukup. Jika seseorang merasa lelah dan mengantuk sepanjang hari, umumnya akan mengkonsumsi terus menerus sesuatu supaya dapat mengatasi rasa kantuk tersebut. Hindari hal ini! Bila Anda tidak mampu mengatasi rasa tersebut, beristirahatlah sejenak, atau tidurlah lebih awal di malam hari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s